Total Tayangan Laman

Rabu, 15 Juni 2011

ANALISIS PENGARUH BELANJA PEGAWAI PEMERINTAH, INVESTASI DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

OLEH :

JAMILA LESTYOWATI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
      Salah satu tahap dalam siklus anggaran (budget cycle) di Indonesia adalah tahap penetapan anggaran. Tahapan ini dimulai ketika presiden menyampaikan pidato kenegaraan di depan sidang DPR/ MPR sekaligus menyampaikan Nota Keuangan (NK) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun yang akan datang.
       Dalam pidatonya, presiden menyampaikan pokok-pokok kebijakan yang akan diambil pemerintah dalam rangka pelaksanaan visi misinya. Selain itu presiden juga menyampaikan peran strategis kebijakan fiskal, perkembangan perekonomian Indonesia, regional, dunia dan perubahan-perubahan mendasar yang akan dilaksanakan ke depan.
       Salah satu materi dalam NK adalah asumsi-asumsi yang akan dipakai ketika menyusun RAPBN. Asumsi tersebut antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, suku bunga SBI tiga bulan dan harga minyak per barel. Selain asumsi RAPBN, presiden juga menyampaikan besaran RAPBN yang akan dipakai sebagai dasar pelaksanaan APBN tahun berikutnya.
Di antara materi-materi krusial yang disampaikan presiden adalah mengenai besaran belanja pegawai dalam RAPBN. Karena hal ini menyangkut hajat hidup sebagian besar Pegawai negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Biasanya dengan mengetahui besaran belanja pegawai tersebut, presiden mengumumkan bahwa akan ada kenaikan gaji dengan besaran yang bervariasi setiap tahunnya. Pada setiap tahun pemerintah berusaha untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan PNS .
      Berdasarkan prinsip-prinsip keuangan negara, maka negara mempunyai kewajiban yang dapat dinilai dengan uang. Salah satu diantaranya adalah membayar gaji PNS. Hal ini kemudian diimplementasikan dengan dimasukkannya belanja pegawai dalam APBN Indonesia. Melihat besaran nilai belanja pegawai dalam APBN setiap tahunnya, selalu mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS.
   Namun kenyataannya di lapangan justru tidak seperti yang diharapkan. Efek yang mencuat ialah announcement effect, yang boleh jadi lebih besar daripada efek kenaikan permintaan riil atas barang dan jasa akibat kenaikan gaji. Sudah lazim, harga-harga merangkak lebih dulu, sementara kenaikan gaji baru diumumkan. Announcement effect juga perlu perhatian secara serius. Hal serupa terjadi saat ada permintaan tambahan akibat kenaikan gaji.
      Saat presiden mengumumkan akan ada kenaikan gaji PNS, harga barang-barang kebutuhan pokok sudah meningkat lebih dulu. Bahkan kenaikan harga ini lebih besar dari pada kenaikan gaji PNS.
Salah satu indikator makroekonomi adalah inflasi. Inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Oleh karena itu inflasi sering menjadi target kebijakan pemerintah. Inflasi yang tinggi bisa menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang lambat dan pengangguran yang meningkat. Dengan inflasi yang meningkat maka PNS makin tidak berdaya. Kenaikan gaji yang diharapkan bisa membantu kondisi perekonomiannya malah menjadi bumerang bagi mereka.
      Berawal dari fenomena tersebut, penulis berkeinginan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kenaikan belanja pegawai pemerintah terhadap kenaikan harga barang atau inflasi di Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh ini disertakan variabel lain yang mempengaruhi inflasi yaitu investasi dan jumlah uang beredar. Karena dengan investasi yang meningkat akan meningkatkan permintaan agregat dan dengan kenaikan permintaan agregat dapat menyebabkan kenaikan harga. Demikian juga sebaliknya. Hal ini juga berlaku pada variabel jumlah uang yang beredar dengan mekanisme yang sama. Jumlah uang beredar merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi di Indonesia. Penelitian ini berjudul ”Analisis Pengaruh Belanja Pegawai Pemerintah, Investasi dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi di Indonesia
1.2. Perumusan Masalah
        Bergerak dari latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu:
1. Bagaimana pengaruh belanja pegawai pemerintah terhadap inflasi Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh investasi terhadap inflasi Indonesia?
1.3. Tujuan penelitian
        Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh belanja pegawai pemerintah terhadap inflasi Indonesia
2. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi Indonesia
3. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh investasi terhadap inflasi Indonesia
1.4. Manfaat Penelitian
        Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk :
1. Menambah wawasan penulis, khususnya pada bidang yang diteliti.
2. Sebagai masukan kepada pemerintah dalam perencanaan, penganggaran dan pembuatan kebijakan di Indonesia.
3. Sebagai tambahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang berminat meneliti masalah inflasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar